Selasa, 09 Februari 2016

Budidaya Ikan Sidat

Sabtu, 26 Desember 2015

Budidaya ikan Gabus I

Gabus adalah jenis ikan air tawar yang cukup menjanjikan untuk dijadikan ladang usaha. Selain rasa yang tidak kalah dari ikan konsumsi yang lain, segi manfaat dan segi hargapun menjadi alasan yang jelas. Walaupun budidaya ikan gabus ini tidak terlalu sulit karena cukup tangguh dalam bertahan hidup, tapi juga tidak mudah mengingat gabus ini termasuk jenis predator.
Beberapa ahli gizi mengatakan Ikan Gabus memiliki nilai yang asam amino yang sangat lengkap, baik esensial dan non-esensial. Selain itu, juga mengandung Allisin, sulfida alil dan furostanol Glicosida. Prof. DR. dr. Nurpudji A.Taslim, MPH, SpGK, dari Center for Food, Nutrition, and Health (CFNH) Rumah Sakit Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sulawesi Selatan dan Dr. dr. Sri Adiningsih MS MCN dari Departemen Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga, para peneliti dari Universitas Loma Linda California.
Saat ini di Pulau Jawa sudah mulai banyak herbalis yang mengekstrak albumin dari gabus lalu mengemasnya dalam bentuk kapsul atau cairan.
Beberapa perguruan tinggi seperti Institut Pertanian Bogor, Bogor; Universitas Airlangga, Surabaya dan Universitas Hasanuddin, Makassar pun gencar melakukan penelitian.
Pada pertengahan 2013 sebuah majalah pertanian terkenal di tanah air tiba-tiba saja mengangkat ikan gabus ke kancah nasional.
Ikan yang di Kalimantan Selatan disebut haruan itu mencuat karena membantu penyembuhan beragam penyakit yang dialami berbagai kalangan mulai rakyat jelata hingga kalangan menteri seperti Menteri BUMN, Dahlan Iskan. Ikan bernama latin Channa striata itu mengandung albumin yang membantu menyembuhkan luka khitan, luka melahirkan, penyakit lupus, hingga kanker hati.
Sebetulnya, bagi masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan, haruan sebagai penyembuh bukan barang baru.Bahkan Suku Banjar juga menempatkan haruan sebagai ikan papan atas. Posisinya sejajar dengan salmon di mata warga Jepang.

Sejak lama menurut Dr. Ir. Untung B aksana MP, dosen Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan, Universitas Lambung Mangkurat di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, ikan haruan menjadi ikan air tawar termahal di Tanah Banua.
Tengok saja haruan di pasaran yang harganya mencapai Rp 60.000 per kg. Itu 3 kali lipat dari sekilo lele, patin, emas dan nila yang hanya Rp 18.000 - Rp 25.000. Gurame yang disebut sebagai ikan tawar termahal di tanah Jawa pun kalah. Harga gurame Rp 35.000 per kg.

Dari segi produksi, jumlah ikan haruan dari tahun ke tahun memang terus menyusut. Itu karena pola panen alami yang dilakukan petani secara tidak langsung menghambat populasi gabus di alam. Pasalnya, sekitar 90% haruan yang terperangkap di alam dan ditangkap pada musim kemarau sedang matang gonad atau bertelur. Bisa dibayangkan ribuan generasi baru gabus untuk musim berikutnya ikut tertangkap dan mati.
Hingga saat ini jumlah pemasok terbesar ikan gabus berasal dari Kalimantan. Ikan ini memiliki keunggulan dalam pembibitan, kita hanya perlu melakukan pemijahan alami meskipun jika kita ingin melakukan pemijahan buatan. Pemijahan ikan gabus biasanya dilakukan ketika musim hujan sekitar bulan Oktober hingga November.

Di daerah yang memiliki aliran sungai yang cukup besar seperti Kalimantan dan Sumatera, ikan gabus sering dibawa banjir ke parit di lingkungan rumahan, atau bahkan masuk ke dalam kolam ikan peliharaan dan menjadi predator ikan peliharaan.
Jika kolam, selokan, atau sawah yang mulai mengering, Ikan gabus akan mencoba untuk bergerak ke arah tempat lain, dan jika terpaksa ia mampu mengubur diri dalam lumpur sampai sawah terisi air kembali. Jenis ikan ini dapat bertahan hidup di lingkungan tanpa air karena ikan gabus bernafas dapat menyerap kandungan oksigen bebas menggunakan alat bantu pernapasan yang disebut "labirin".

1. Memilih Indukan Jantan dan Betina
Anda dapat dengan mudah membedakan Jantan dan Betina. Bagaimana tampilan fisik gabus. Kelamin jantan ditandai dengan bentuk kepala oval dengan warna tubuh yang cukup gelap, lubang di genital yang memerah dan jika Anda urut akan mengeluarkan cairan benih.
Sedangkan ciri-ciri fisik betina yang memiliki kepala agak bulat dengan warna tubuh yang cukup terang, bentuk perut agak besar dan cenderung agak lembek jika disentuh, jika Anda urut akan mengeluarkan telur. Kami merekomendasikan untuk berkembang biak jantan harus berat sampai 1 kg.

2. Proses Pemijahan Ikan Gabus
Anda perlu mempersiapkan media pemijahan ikan gabus Ukuran adalah 7x4x2 meter PxLxT kemudian isi dengan volume air hingga 50 cm dan biarkan air mengalir pada saat pemijahan terjadi. Anda dapat menutupi kolam dengan tanaman eceng gondok untuk membantu eksitasi pemijahan.
Masukkan jantan 30 indukan dan 30 betina ke dalam bak dan membiarkan proses pemijahan terjadi. Setelah betelur, segera dibawa menggunakan sekupnet halus. Telur siap untuk menetas. Selama proses pemijahan, selalu mengontrol kolan setiap hari, Betina induk dapat menghasilkan telur mencapai 10.000-11.000 butir telur.

3. Proses Penetasan Telur
Proses penetasan dilakukan di akuarium untuk membuatnya lebih mudah untuk mengontrol kondisi telur. Siapkan akuarium ukuran 65x45x45 cm PxLxT, biarkan kondisi kering selama 2 hari, kemudian mengisi air dengan ketinggian sekitar 40 cm. Pasang 2 poin aerasi dalam akuarium penetasan telur, pasang juga pemanas sampai air mencapai suhu 28 °C.
Masukkan kepadatan telur ikan ± 4-6 butir per cm² dan biarkan itu menetas. Secara umum, telur sampai menetas membutuhkan waktu 24 jam. Selama 2 hari setelah larva ikan gabus menetas, Anda tidak perlu memberikan makanan karena mereka memiliki cadangan makanan.

4. Pemeliharaan Larva Ikan Gabus
Ikan gabus periode pemeliharaan larva mulai dari 2 hari setelah menetas sampai usia 15 hari, Anda bisa menggunakan akuarium yang digunakan dalam proses penetasan telur dengan kepadatan 5 larva per 1 liter air. Ikan gabus larva berumur 2 hari harus diberikan makanan seperti nauplii Artemia, yang dapat diberikan 3 kali sehari.
Untuk larva ikan 5 hari gabus tua diberi makanan tambahan daphnia 3x sehari. Dalam menjaga kualitas air dilakukan pergantian air yang dapat menghilangkan kotoran dan sisa-sisa pakan dan kemudian diganti dengan hanya menggunakan sekitar 50% air.



Untuk  tahap berikutnya ( pembesaran sampai panen), saya tulis di halaman Budidaya ikan gabus II

Rabu, 11 Desember 2013

Biofilter

Apa itu biofilter:
Biofilter itu bagian dari sistem perlakuan (treatment) terhadap air secara biologis (makanya pake kata bio), dimana sistem yg lain menggunakan cara fisika dan kimiawi. Nah pada thread ini kita akan fokus ke sistem biofilter, meski sambil jalan ada peluang membahas sistem filtrasi lainnya.

Mengapa butuh biofilter:
Kita butuh biofilter karena secara sarkastik (kasar) saya bisa bilang kita gak pengen ikan kita mati karena kualitas air yang jelek di sistem resirkulasi. TITIK. GARIS BAWAH. Gak ada alesan lainnya...hehehe...Hayo pada ngaku, ujung2nya pasti kesana kan? hihi..Intinya sih kita ingin nurunin konsentrasi amoniak di air outlet sebelum masuk lagi sebagai inlet. Mengapa? Karena amoniak bersifat racun bagi ikan, secara umum diatas 1 ppm (mg/L) sudah membahayakan ikan.
Apalagi mengingat tingginya harga ikan sidat baik masih berupa benih maupun ukuran konsumsi, sayang dong kalo sampe pada mati gara2 racun yng sebetulnya bisa kita cegah.

Kapan butuh biofilter:
Kita butuh saat kita ingin memberikan perlakuan ke air outlet (bisa lalu jadi inlet lagi) supaya kualitas airnya layak untuk pemeliharaan ikan pada sistem resirkulasi. Jika saat kita pakai sistem air mengalir, maka kebutuhan biofilter ini menjadi tidak begitu penting. Kecuali kualitas air inletnya yang buruk, sehingga perlu dilakukan biofiltrasi atau bahkan juga sistem filtrasi lainnya sebelum lalu berperan sebagai air pemeliharaan.

Dimana biofilter:
Biofilter diletakkan untuk menerima air buangan pemeliharaan ikan dan setelah melalui proses di biofilter, air itu akan kembali masuk ke wadah pemeliharaan ikan (sistem resirkulasi)

Bagaimana biofilter itu:
Biofilter itu selalu memiliki BIOFILTER MEDIA, AIR MASUK, WADAH/TEMPAT (kadang disebut bioreactor) beserta INLET dan OUTLETNYA. Salah satu saja gak ada, maka tidak akan bisa berfungsi. Sudah satu paket sebagai sistem. Biofilter media memberikan area yang diperlukan bakteri nitrifikasi (pemakan amoniak) untuk menempel, maka makin banyak area yang bisa ditempeli bakteri, maka makin baik jenis biofilter medianya. Sampai saat ini, pasir adalah biofilter media yg memiliki Specific Surface Area yang paling besar.

      Prinsipnya :
  • Sistem resirkulasi dipakai jika kita sulit sumber air. Kalo sumber air berkualitas baik melimpah...gak perlu pake sistem ini...
  • Karena resirkulasi maka air outlet akan kembali jadi inlet. Padahal kita tahu air outlet itu byk mengandung amoniak yang beracun bagi ikan. Sehingga butuh biofilter.
  • Biofilter jenisnya macam2...jadi kita kudu kreatif memilih yg mana sesuai kebutuhan dan budget duit pastinya...
  • Setting dan ukuran biofilter tergantung: beban amoniak yg masuk dan debit air yang kita inginkan
  • Makin besar nilai SSA biofilter media, maka makin baik tingkat efektifitasnya untuk tempat menempel bakteri2 pemakan amoniak.
  • Proses di biofilter disebut Nitrifikasi, sebuah proses aerob (butuh oksigen).


Bisa dijelaskan lebih detil dimana perbedaan konsepnya? Kalopun ada beda, itu mah biasa saja kok. Iptek kan berkembang dengan segala cabang2nya...Kita sebagai user tinggal memilih mana yg sesuai dan cocok dengan pertimbangan masing2...
      
      Konsep biofilter yang baik dan benar secara ideal adalah begini:
  • High Ammonia Removal Rate: kemampuan menyerap kandungan amoniak yg tinggi, makin tinggi maka makin oke performanya
  • High SSA: berkaitan dengan penghematan tempat dan volume biofilter
  • Low Energy and Low Cost: makin hemat energi dan makin tidak kuras kantong dan dompet maka makin baik
  • High Durability: makin tahan lama maka makin baik
  • Inert: bahan media biofilter tidak atau sangat sulit berubah bentuknya
  • Non Toxic: bahan medianya tidak mengandung bahan beracun, khususnya bagi ikan
  • Easy to be Applied: makin mudah diaplikasikan di lapangan oleh banyak orang, maka makin baik

Itulah sebabnya, sampe detik ini para peneliti masih mencari "bahan ideal" yang memenuhi parameter2 tersebut...Nah, sementara ini ane pribadi masih megang polystyrene microbeads sebagai juaranya


Tingkat Pengeluaran Amoniak

Sebetulnya tiap spesies ikan punya tingkat pengeluaran amoniak yang berbeda (biasa disebut ammonia excretion rate), hanya saja oleh Timmons sebagai salah satu begawan sistem resirkulasi, dia memberikan rumusan secara umum yang bisa kita pakai dlm sistem resirkulasi...:

P = jumlah pakan harian (kg/hari) x kandungan protein dalam pakan (kg/kg pakan) x 0,092

Nah, dari pertanyaan Bro Otten, kita bisa jawab begini:
Disini kita pakai asumsi kandungan protein dalam pakan adalah 35%, berhubung datanya gak dikasih Bro Otten (agan-agan jg bisa ngecek dari bungkus pakan masing-masing)

P = 0,5 x 0,35 x 0,092 = 0,0161 kg total ammonia nitrogen per hari
atau 16,1 gram per hari

Jadi biofilter yang kita buat, WAJIB bisa menyingkirkan/menyerap/mengubah sejumlah amoniak yang dihasilkan dalam jumlah tertentu didalam sistem. Makanya pencatatan jumlah dan frekuensi pemberian pakan SANGAT PENTING dalam sistem resirkulasi, karena disanalah awal mula penghitungan untuk desain-nya.


Asal muasal konstanta
Konstanta 0,092 itu berasal dari 0,16 x 0,80 x 0,80 x 0,90, dimana angka-angkanya berasal dari :
16% bagian dari protein adalah Nitrogen
80% Nitrogen terasimilasi
80% dari Nitrogen terasimilasi adalah dikeluarkan (excreted)
90% Nitrogen yang dikeluarkan adalah berupa TAN (Total Ammonia Nitrogen)

Rabu, 27 November 2013

Likuiditas dan cash flow

Dapatkah bisnis menghasilkan cukup uang bila diperlukan untuk membayar tagihannya?
Apakah bisnis dapat menghasilkan cukup uang bila diperlukan untuk membayar tagihan adalah pertanyaan kunci ketiga yang harus diatasi . Likuiditas / cash flow merupakan masalah yang terpisah dari posisi keuangan dan profitabilitas. Usaha yang menguntungkan dan baik mungkin tidak memiliki cash flow yang cukup untuk bertahan hidup. Atau, bisnis yang sangat cair mungkin tidak menguntungkan atau tidak mungkin baik. Untuk alasan ini, likuiditas harus dianalisis secara terpisah dari analisis posisi keuangan dan profitabilitas.
Likuiditas ( kemampuan bisnis untuk menghasilkan cukup uang bila diperlukan untuk membayar tagihannya ) adalah konsep yang cukup luas dan sejumlah indikator keuangan dapat digunakan untuk mengukurnya. Dari jumlah tersebut, laporan cash flow adalah yang paling berguna. Dalam laporan cash flow, semua pendapatan dan beban kas dicatat untuk setiap bulan dan setiap surplus atau defisit dihitung. Ini menunjukkan pola cash flow, menunjukkan bulan dengan kekurangan cash flow dan menunjukkan ketika modal operasi tambahan diperlukan. Laporan cash flow untuk tahun lalu adalah dasar untuk mengembangkan anggaran arus kas untuk tahun yang akan datang. Memproyeksikan pendapatan kas yang diharapkan dan biaya untuk setiap bulan dari tahun yang akan datang adalah cara terbaik untuk struktur pinjaman operasi bisnis untuk memastikan bahwa modal operasi akan tersedia pada bulan-bulan yang diperlukan untuk menghindari kekurangan kas.
Analisis likuiditas / cash flow tidak mengukur keuntungan karena hanya pendapatan dan beban kas dipertimbangkan dalam analisis cash flow. Penting item non - kas seperti penyusutan tidak termasuk dalam analisis cash flow karena mereka ketika profitabilitas bisnis sedang dianalisis. Demikian pula, analisis cash flow tidak mencakup langkah-langkah dari nilai aset yang dibandingkan dengan kewajiban utang dan tidak mengukur kekuatan atau kelemahan keuangan bisnis , seperti halnya neraca.

Profitabilitas

Apakah bisnis menguntungkan baik dalam jangka pendek dan panjang ?
Profitabilitas berarti bahwa pendapatan melebihi pengeluaran bisnis. Hal ini berbeda dengan membandingkan aset dan kewajiban pada neraca untuk menentukan posisi keuangan. Sebuah bisnis yang menguntungkan mungkin berada dalam posisi keuangan yang lemah, dan bisnis dengan posisi keuangan yang kuat mungkin tidak menguntungkan.
Profitabilitas harus dievaluasi pada jangka panjang dan jangka pendek karena tujuan bisnis dan keputusan dapat berbeda tergantung pada kerangka waktu yang digunakan . Untuk melihat apakah suatu perusahaan umumnya menguntungkan dalam beberapa tahun atau rata-ratanya , alat yang paling sering digunakan adalah anggaran perusahaan. Anggaran perusahaan membandingkan biaya dan pengembalian tahunan untuk bisnis menggunakan nilai rata-rata untuk jangka waktu tertentu . Ini memberikan gambaran umum tentang profitabilitas selama periode waktu untuk satu set biaya, harga, hasil, dan rasio konversi pakan . Karena didasarkan pada nilai rata-rata untuk harga ikan dan hasil, ukuran ini digunakan hanya untuk menganalisis prospek suatu perusahaan secara umum . Ukuran bukan merupakan ukuran yang baik dari keuntungan jangka pendek dari sebuah bisnis yang spesifik.
Untuk menganalisis keuntungan jangka pendek bisnis, laporan keuangan yang sesuai adalah laporan laba rugi.
Berbeda dengan anggaran perusahaan, laporan laba rugi biasanya disiapkan untuk bisnis selama satu tahun tertentu.
Ini mwmuat semua pendapatan dan semua biaya serta menghitung laba atau rugi untuk tahun itu. Untuk alasan ini, itu juga disebut sebagai laporan laba rugi, atau P&L.

Menentukan Profitabilitas
=================
Analisis keuangan yang komprehensif usaha budidaya mengharuskan tiga aspek kunci dari manajemen keuangan yang dievaluasi :

posisi keuangan ( ditentukan dari neraca )
■ profitabilitas ( ditentukan dari anggaran perusahaan dan laporan laba rugi
likuiditas / cash flow ( ditentukan dari anggaran arus kas )

Publikasi ini membahas profitabilitas yang diukur dari laporan laba rugi dan anggaran perusahaan .
Profitabilitas adalah selisih antara total pendapatan dan total biaya . Itu harus dianalisis secara terpisah dari posisi keuangan dan likuiditas / cash flow . Bisnis yang sanggup cair belum tentu menguntungkan .Anggaran perusahaan dan laporan laba rugi berguna dalam menganalisis profitabilitas , tetapi laporan laba rugi yang lebih tepat untuk menganalisis keuntungan dan kerugian pertanian . Publikasi ini menggambarkan laporan laba rugi dan bagaimana mereka dapat digunakan , bersama dengan anggaran perusahaan, untuk meningkatkan profitabilitas peternakan ikan .

Laporan laba rugi memiliki ukuran inti yang disebut " pendapatan petani bersih . " Laporan laba rugi dimulai dengan merinci pendapatan usaha untuk satu tahun tertentu. Kemudian beban diperinci , baik biaya tunai dan biaya non - kas seperti penyusutan tahunan . Penyusutan disertakan dalam semua tindakan keuntungan karena bisnis harus menghasilkan cukup uang untuk dapat mengganti semua peralatan yang dipakai hingga bisnis menjadi menguntungkan dalam jangka panjang . Semua biaya tunai dan non - tunai yang ditambahkan bersama-sama untuk mendapatkan total biaya operasional . Bunga dibayar tunai untuk bisnis selama tahun tersebut akan ditambahkan pada total beban usaha untuk mendapatkan total biaya untuk pertanian . Jumlah biaya yang dikurangkan dari total pendapatan untuk memperoleh pendapatan usaha tani bersih dari operasi .
Sebuah pendapatan usaha tani bersih positif menunjukkan keuntungan untuk tahun ini , sementara pendapatan petani bersih negatif menunjukkan bahwa peternakan kehilangan uang . Pendapatan usaha tani bersih dapat dilihat sebagai ukuran dari pengembalian terhadap ekuitas operator , modal, tenaga kerja tidak dibayar , dan manajemen . Pendapatan usaha tani bersih dapat didistribusikan lebih lanjut dengan apa yang disebut ekonom empat faktor utama produksi: tanah, tenaga kerja , modal dan manajemen . Serangkaian indikator keuangan dapat dihitung dari laporan laba rugi untuk menghitung proporsi pendapatan usahatani bersih yang diperoleh oleh masing-masing faktor produksi .

Posisi keuangan

Apakah bisnis akan bertahan dalam jangka panjang ?
Ya atau tidak usaha budidaya akan bertahan dalam jangka panjang memiliki hubungan yang erat dengan posisi keuangan. Posisi keuangan berhubungan dengan kekuatan keuangan bisnis atau kelemahan yang ditentukan dari neraca . Posisi keuangan yang kuat adalah dimana bisnis memiliki aset yang cukup untuk menutupi kewajiban utangnya , sebuah posisi yang lemah adalah dimana kewajiban utang bisnis melebihi nilai asetnya.
Bank menggunakan posisi keuangan bisnis sebagai faktor kunci dalam menentukan tingkat risiko dalam meminjamkan dana untuk suatu bisnis. Sebuah bisnis dengan posisi keuangan yang kuat akan lebih mudah untuk mendapatkan pembiayaan dari bank dari bisnis dengan posisi keuangan yang lemah .
Bagaimana sebenarnya mengukur posisi keuangan ? Hal ini diukur dari neraca dan indikator keuangan yang dihitung sebagai bagian dari perkembangannya . Neraca memuat semua aset bisnis dan membandingkan nilai aset dengan nilai utang bisnis .
Inti pada neraca adalah kekayaan bersih .
Sebuah kekayaan bersih yang positif menunjukkan bahwa nilai aset lebih besar dari nilai pinjaman dan bahwa bisnis adalah berjalan baik. Indikator seperti utang : rasio aset dan lain-lain memberikan langkah-langkah yang lebih spesifik dari kekuatan atau kelemahan keuangan suatu bisnis .

Menilai Posisi Keuangan
=================
Budidaya membutuhkan analisa keuangan yang cermat dan komprehensif untuk menjadi sukses. Analisa keuangan yang komprehensif memiliki tiga komponen utama : posisi keuangan , profitabilitas dan likuiditas / cash flow. Publikasi ini memfokuskan pada penggunaan neraca untuk menganalisis posisi keuangan .
Pembudidaya harus membuat keputusan kritis jangka panjang agar bisnis dapat menghasilkan nilai yang cukup dari waktu ke waktu untuk melunasi utangnya . Laporan keuangan yang tepat untuk melakukan hal ini adalah neraca . Hal ini digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan keuangan bisnis . Posisi keuangan ditentukan dengan membandingkan kekuatan dan kelemahan yang diidentifikasi melalui serangkaian rasio keuangan dan indikator .

Neraca dibagi menjadi dua kategori utama : aktiva dan kewajiban.
Aktiva (aset) mencakup semua uang tunai , tabungan, peralatan, bangunan dan tanah yang dimiliki oleh perusahaan. Nilai dari persediaan ikan juga merupakan aset.
Kewajiban adalah kewajiban utang dan tagihan yang belum dibayar, toko peralatan , pabrik pakan , atau pemasok lain .
Neraca ini disusun dengan membagi aktiva dan kewajiban menjadi salah satu dari dua periode waktu : lancar dan tidak lancar .
Aktiva lancar adalah barang-barang yang akan dikonversi menjadi uang tunai di tahun mendatang. Aktiva lancar termasuk saldo dalam rekening tabungan dan nilai persediaan ikan yang akan dijual di tahun mendatang.
Aktiva tidak lancar adalah barang-barang yang digunakan di pertanian selama lebih dari satu tahun yang tidak akan dijual di tahun mendatang. Aktiva tidak lancar meliputi tanah, kolam, peralatan dan bangunan . Kewajiban lancar meliputi tagihan dan pembayaran pinjaman yang akan dibuat di tahun mendatang . Jumlah pokok pinjaman yang tersisa di tahun-tahun berikutnya adalah kewajiban tidak lancar pada neraca .

Manajemen keuangan

Manajemen keuangan yang hati-hati sangat penting bagi keberhasilan usaha budidaya . Sementara manajemen keuangan adalah topik yang kompleks yang dapat didekati dari berbagai perspektif , beberapa pertanyaan kunci yang harus dijawab oleh seorang manajer usaha budidaya adalah :
  1. Akankah usaha bertahan dalam jangka panjang ? Bisakah itu menghasilkan nilai yang cukup dari waktu ke waktu untuk melunasi utangnya ? ( Ekonom menyebutnya " posisi keuangan . " )
  2. Apakah bisnis yang menguntungkan baik dalam jangka pendek dan panjang ? ( Ekonom menyebutnya " profitabilitas . " )
  3. Dapatkah bisnis menghasilkan cukup uang bila diperlukan untuk membayar tagihannya ? ( Ekonom menyebutnya " likuiditas " dan " posisi cash-flow. " )

Bisnis harus mampu merespon dengan tegas atas pertanyaan-pertanyaan untuk menjadi sukses , tetapi menentukan jawaban memerlukan kehati-hatian , ketelitian dan analisis yang komprehensif . Publikasi ini menguraikan jenis analisis dan laporan keuangan yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis .

Konsep posisi keuangan , profitabilitas dan likuiditas cash flow yang cukup berbeda . Saat masing-masing berinteraksi dan saling mempengaruhi, masing-masing harus dianalisa dan dipantau secara independen untuk mengisolasi akibatnya serta untuk membuat keputusan . Laporan keuangan yang berbeda harus digunakan untuk menilai tiga pertanyaan / konsep . Posisi keuangan ditentukan dari neraca , keuntungan dari anggaran perusahaan dan laporan laba rugi , dan cash flow dari laporannya sendiri. Ini adalah tiga laporan keuangan utama yang harus dipersiapkan untuk cukup menilai dan memantau kinerja keuangan dan prospek usaha.

Sebuah rencana bisnis dimulai dengan pengembangan tujuan spesifik untuk bisnis , baik tujuan jangka pendek dan panjang . Pemilik / manajer harus meluangkan waktu setiap tahun untuk melakukan penilaian secara hati-hati dari kinerja tahun yang lalu, menentukan tujuan yang harus dicapai, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap prestasi dan kekurangan dari bisnis . Tujuan baru kemudian harus dikembangkan untuk tahun mendatang .
Tujuan bisnis harus sangat spesifik, salah satu bisnis mungkin memiliki tujuan untuk meningkatkan posisi keuangan dengan mengurangi rasio utang / aset sebesar 5 persen.
Bisnis yang lain mungkin memutuskan untuk meningkatkan likuiditas dan cash flow dengan membayar pokok pinjaman operasional sebesar 20 persen.
Bisnis ketiga mungkin berusaha untuk meningkatkan keuntungan sebesar 3 persen dengan berinvestasi di kapasitas aerasi tambahan untuk menghasilkan hasil yang lebih tinggi .

Apa yang terpenting bagi usaha budidaya untuk bertahan secara finansial ?

Dalam jangka panjang , bisnis harus menunjukkan peningkatan kekayaan bersih dan meningkatkan kekuatan keuangan , seperti yang dilihat dari neraca . Sebuah bisnis yang tidak menghasilkan nilai yang cukup dari waktu ke waktu untuk melunasi kewajiban utangnya tidak akan bertahan kecuali pemilik bersedia untuk menginvestasikan modal dari luar.

Kedua , bisnis harus umumnya menguntungkan dengan proyeksi biaya dan harga rata-rata masa depan, seperti yang dilihat dari anggaran perusahaan . Pada saat yang sama , bisnis harus bertahan jangka pendek supaya menjadi jangka panjang . Dalam jangka pendek , bisnis harus mampu menjual ikan dengan harga yang menutupi biaya , tetapi belum semua biaya tetapnya ( depresiasi, pemilik / operator yang tak dibayar dan tenaga kerja keluarga ) .
Faktor penting ketiga yang berkontribusi terhadap kelangsungan usaha khususnya dalam jangka pendek adalah bisnis harus memiliki cash flow yang memadai. Bisnis harus menghasilkan pendapatan cukup uang untuk melakukan pembayaran ketika jatuh tempo pembayaran. Anggaran cash flow harus didasarkan pada rencana untuk memiliki cash flow positif pada setiap bulan untuk memastikan bahwa semua tagihan dibayar tepat waktu .
Setiap bisnis budidaya yang sukses harus memiliki seseorang yang menghabiskan banyak waktu untuk perencanaan dan monitoring kinerja keuangan. Perencanaan dan pemantauan harus mengarah pada tindakan yang membantu bisnis memenuhi tujuannya. Kemungkinan kelangsungan hidup jangka pendek ditingkatkan ketika manajer memonitor laporan cash flow bisnis secara bulanan . Setiap penyimpangan perlu dicatat tindakan bulanan dan korektif yang dilakukan dengan cepat . Kelangsungan hidup jangka panjang ditingkatkan oleh analisis yang cermat dan menyeluruh dari kinerja keuangan seluruh bisnis setidaknya sekali setahun . Ini termasuk pemeriksaan yang cermat dari neraca untuk menentukan posisi keuangan bisnis dan bagaimana hal itu mungkin telah berubah sepanjang tahun . Hal ini harus diikuti dengan analisis dari laporan laba rugi untuk mengevaluasi apakah bisnis menghasilkan laba atau rugi untuk tahun ini dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama yang mempengaruhi profitabilitas tahun lalu itu .
Akhirnya , laporan cash flow dari tahun sebelumnya harus diteliti sebagai dasar untuk mengembangkan anggaran cash flow untuk tahun depan . Menetapkan tujuan yang sangat spesifik untuk tahun mendatang dan kemudian dengan hati-hati memantau dan menilai sepanjang tahun akan memaksimalkan peluang bisnis yang sukses .

Senin, 25 November 2013

Bioflok

Sistem bioflok dikembangkan untuk meningkatkan kontrol lingkungan produksi .
Di tempat-tempat di mana air langka atau tanah mahal , yang lebih intensif harus dilaksanakan untuk menghemat biaya produksi . ada insentif ekonomi yang kuat untuk akuakultur agar menjadi lebih efisien dengan input produksi , khususnya yang paling mahal ( pakan ) dan paling terbatas ( air atau tanah ) . High-density pemeliharaan ikan biasanya memerlukan beberapa infrastruktur pengolahan limbah . Pada intinya , bioflok adalah sistem pengolahan limbah.
Sistem bioflok juga dikembangkan untuk mencegah masuknya penyakit ke sebuah tambak dari air yang masuk. Di daerah muara dengan banyaknya tambak udang, penyakit akan menyebar di antara tambak. mengurangi pertukaran air merupakan strategi yang jelas untuk meningkatkan pertanian biosecurity . Budidaya udang mulai bergerak ke arah yang lebih tertutup dan intensif dimana pengolahan limbahnya lebih terinternalisasi .
Sistem bioflok menggunakan pendekatan kontra-intuitif yang mengizinkan atau mendorong padatan dan mikroba untuk terakumulasi dalam air, Selama ada pencampuran yang cukup dan aerasi untuk mempertahankan flok aktif dalam suspensi , kualitas air dapat dikendalikan . pelaksanaan sistem bioflok tidak sesederhana itu, bagaimanapun diperlukan beberapa derajat kecanggihan teknis supaya sistem berfungsi sepenuhnya dan lebih produktif .

Bioflok menyediakan dua layanan penting - mengolah limbah dari pakan dan menyediakan nutrisi dari konsumsi flok.
Sistem bioflok dapat beroperasi dengan pertukaran air rendah (0,5 menjadi 1 persen per hari). Dalam sistem bioflok, menggunakan pertukaran air untuk mengelola kualitas air diminimalkan dan proses pengolahan limbah internal sangat ditekankan.

Komposisi dan nilai gizi bioflok
Bioflok adalah agregat (gumpalan) ganggang, bakteri, protozoa, dan jenis lain dari bahan organik partikulat seperti kotoran dan sisa pakan. Setiap flok terkumpul dalam lendir yang disekresikan oleh bakteri, terikat oleh mikroorganisme filamen, atau oleh tarikan elektrostatik. Komunitas bioflok juga mencakup hewan yang grazers dari flocs, seperti beberapa zooplankton dan nematoda. Bioflocs besar dapat dilihat dengan mata telanjang, tetapi sebagian besar adalah mikroskopis. Flocs dalam khas sistem bioflok Greenwater agak besar, sekitar 50 sampai 200 mikron, dan akan menetap dengan mudah di air yang tenang.

Kualitas gizi bioflok untuk hewan budidaya sangatlah baik tapi agak variabel . Kadar protein berat kering
bioflok berkisar dari 25 sampai 50 persen , dengan sebagian besar perkiraan antara 30 dan 45 persen . Rentang kadar lemak 0,5-15 persen , dengan perkiraan paling antara 1 dan 5 persen . Ada laporan yang bertentangan tentang kecukupan bioflocs untuk memberikan amino sering membatasi asam metionin dan lisin. Bioflocs merupakan sumber vitamin dan mineral yang baik, terutama fosfor . Bioflocs juga mungkin memiliki efek probiotik .
Bioflocs kering telah diusulkan sebagai bahan untuk menggantikan tepung ikan atau bungkil kedelai dalam aquafeeds . Kualitas gizi bioflocs kering yang baik dan diuji coba pada udang yang mengandung hingga 30 persen bioflocs kering menunjukkan positif . Meskipun demikian, tidak mungkin bioflocs kering bisa menggantikan hewan atau tumbuhan sumber protein yang digunakan dalam skala komersial manufaktur aquafeed karena hanya jumlah terbatas yang tersedia. Selanjutnya , cost-effectiveness produksi dan mengeringkan padatan bioflok pada skala komersial masih dipertanyakan .

Jumat, 25 Oktober 2013

PROSPEK PERDAGANGAN

Sidat  memiliki  potensi  yang  cukup  besar  untuk  dikembangkan  menjadi  komoditi perikanan   unggulan   karena   permintaan   dunia   yang   sangat   tinggi.   Masyarakat   Jepang merupakan konsumen ikan sidat terbesar dunia, dimana setiap tahunnya membutuhkan 150 ribu  ton  dari  250  ribu  ton  kebutuhan  dunia. Sayangnya,  dalam  beberapa  tahun  terakhir, populasi sidat populer dunia seperti Anguilla Japonica, Anguilla anguilla dan Anguilla rostrata mulai  menurun   drastis   karena   konsumsi  berlebihan,   ditambah   siklus   hidup   yang   rumit menyebabkan stok benih budidaya ikan ini masih mengandalkan hasil tangkapan alam. 
Menurunnya  produksi  sidat  membuat  dunia  mulai  melirik  ke  spesies  sidat  tropik  di Indonesia  yang ternyata  merupakan  pusat  sidat  dan  memiliki  12  spesies  dari  18  spesies yang ada di dunia. Indonesia yang memiliki sidat dengan jenis yang cukup beragam  belum dimanfaatkan   secara   optimal.   Kebanyakan sidat   yang   dipasarkan   merupakan   hasil tangkapan  dari  alam.  Sampai  saat  ini  jumlah  pembudidaya sidat  masih  sangat  terbatas, padahal potensi benih sidat (glass eel) di Indonesia cukup tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa antara    jumlah    produksi    benih    yang    dihasilkan    dari    alam    belum   sepadan dengan pemanfaatannya  untuk  pembesaran.  Dengan  demikian  perlu  diwaspadai karena  kenyataan di lapangan  justru  permintaan  ekspor  terhadap  benih  sidat  (glass  eel)  semakin  meningkat, misalnya dengan dalih untuk penelitian. 
Dengan   adanya   Peraturan   Menteri   Kelautan   dan   Perikanan,   tentang   larangan Pengeluaran Benih Sidat Dari Wilayah Negara Republik Indonesia, ke Luar Wilayah Negara Republik Indonesia NOMOR PER. 18/MEN/2009. 
Ukuran dan benih sidat yang dilarang adalah: 
1.   Benih adalah ikan dalam umur, bentuk, dan ukuran tertentu yang belum dewasa. 
2.   Benih  sidat  adalah  sidat  kecil  dengan  ukuran  panjang  sampai  35  cm  dan/atau  berat sampai 100 gram per ekor dan/atau berdiameter sampai 2,5 cm. 
Jadi ada batasan berat 100 gram, atau diameter s/d 2,5 cm, dan panjang 35 cm. Hal itu memungkinkan perkembangan pemeliharaan sidat dalam negeri sampai ukuran (100 gr, diameter  2,5  cm,  panjang  35 cm), dan  dapat  dilepas  ke  pasar  internasional  untuk  ukuran yang lebih besar. 
Pasaran di Jepang menghendaki ukuran konsumsi 190  gr/ sd 200  gr per ekor  yang disebut  'boko'  [150 gr s/d  220  gr,  panjang  s/d  80  cm  sekilo  6  ekor],  untuk  ukuran  small marketsize adalah 'futo' [100 gr - 150 gr, panjang mencapai 50 cm, sekilo 8 ekor]. 
Jika sudah dipaket menjadi sidat panggang (unagi kabayaki) kemasan adalah 110gr- 120  gr,  dan  150gr-160gr,  dalam  bentuk  sudah  dikemas  dalam  kemasan  vakum,  dari  sidat hidup kabayaki susut beratnya 20%. Harga  sidat  di  Tsukiji  Market  -  Jepang,  mencapai  7.000  yen  per  kg,  sekitar  Rp. 739.865  per kilo  gram,  untuk  unagi  kabayaki  (panggang  di  vakum)  harga  110gr  -  120  gr sekitar 1.260-1.500 yen (133 ribu s/d 158 ribu rupiah). 
Jadi  dapat  diperhitungkan  harga  jual  ke  Jepang,  tentu  akan  memudahkan  jika  di Indonesia  yang  di eksport  adalah  produk  olahan  (unagi  kabayaki),  bisa  juga  dalam  bentuk fresh frozen eel, frozen roasted eel (unagi kabayaki). Untuk pasaran dunia biasanya mereka menghendaki sidat hidup untuk pasar lokal, dan frozen eel. 

Pengiriman Sidat

Mengirim  sidat  hidup  dalam  jumlah  banyak  memerlukan  perlakuan-perlakuan  rumit selama pengangkutannya.  Sidat  terlebih  dahulu  ditempatkan  dalam  tangki-tangki  di  atas truk.  Waktu mengangkutnya  malam  hari  agar  suhu  udara  malam  dapat  menekan  suhu  air dalam  tangki  serendah-rendahnya.  Begitu  pula  dalam  mengisikan  air  dalam  tangki  harus menunggu   udara   malam   yang   sejuk.   Selama   perjalanan   pun   air   dalam   tangki   harus disirkulasikan dengan pompa air dan dihembusi udara segar dengan kompresor  yang cukup kuat guna menambah zat asam dalam airnya. 
Perbandingan bobot air dan sidat adalah 1:1. Hal ini berarti bahwa satu ton air (1.000 liter) hanya bisa untuk mengangkut sidat sebanyak satu ton (1.000 kg) sidat. Kalau per ekor sidat  berukuran  40  cm  rata-rata berbobot  250  gram,  maka  untuk  1.000  liter  air  hanya  bisa diisi 4.000 ekor sidat hidup. 
Ditempat  penampungan,  sidat  ditimbun  dulu  sementara  dalam  bak-bak  beton  yang harus  diberi peneduh  berupa  terpal  plastik,  kondisi  airnya  harus  disirkulasikan   dengan pompa air serta dihembusi kompresor. Dengan demikian suhu air tidak menjadi terlalu panas dan selalu mencukupi kadar oksigen terlarut. Setiap sidat yang kedapatan mati secepatnya disingkirkan agar tidak mengotori air bak lebih lama. Di dalam bak-bak penimbunan ini sidat bisa  disimpan  berminggu-minggu  asal  air  diusahakan  tetap  segar dan  sidat  tetap  kosong perutnya. 
Pengangkutan  sidat  hidup  juga  dapat  menggunakan  kantung  plastik  yang  diberi  zat  asam. 
Pergunakan  kantung  plastik  dua  lapis.  Masukkan  ke  dalamnya  10  kg  sidat,  masukkan beberapa butir es batu agar suhu air rendah dan aktivitas sidat turun. Masukkan zat asam, dan kantung diikat kuat. Masukkan kantung tersebut dalam dus untuk dikemas. 

Cara pengiriman melalui pesawat udara: 
Persiapan: 

  • Dalam  satu box Styrofoam  dapat diisi sidat seberat 20 kg, yang nanti ditambah dengan air 2 liter. 
  • Plastik yang digunakan untuk pengiriman adalah jenis plastik HD tebal. Pada ujung-ujung plastik lapis 2 tersebut diikat dengan karet untuk mencegah kebocoran dari ujung plastik. 
  • Oksigen, es batu (berat @0.5 kg sebanyak 2 buah), lakban, karet gelang disiapkan Penanganan sebelum ikan sidat dikemas: 


  1. Sidat di bius dengan cara; air kolam suhunya diturunkan sehingga berkisar 22-25  derajat Cel. dengan memasukkan es langsung ke dalam kolam berisi sidat. 
  2. Lalu siapkan plastik diisi air (dari kolam pembiusan sidat) sekitar 2-2.5 kg air, lalu es yang 1/2kg (2 buah) dimasukkan ke dalam plastik yang isi air tersebut. 
  3. Setelah sidat dimasukkan ke dalam plastik berisi air tersebut, lalu plastik diisi oksigen secukupnya (sesuai dimensi box styrofoam yang digunakan) kemudian diikat yang rapat dengan karet gelang. 
  4. Plastik yang berisi sidat tersebut lalu dimasukkan ke dalam box styrofoam yang sudah disiapkan, dilakban, lalu siap dikirim 


Pengemasan Sidat

Tahapannya adalah penimbangan, dan pengemasan. 
Perhitungan    sidat    dilakukan    secara manual  dengan  cara  sampling.    Cara ini   cukup   efektif.   Sidat juga   harus ditimbang   agar   diketahui   beratnya. 
Setelah diketahui jumlah dan beratnya, sidat   siap   untuk   dijual.

Tahap  terakhir  dari  proses  kegiatan  budidaya  adalah penanganan  pasca  panen.  Dengan  penanganan   pasca  panen yang   benar   diharapkan   nilai   jual   tidak   turun.   Ikan   sidat  mempunyai  nilai  jual  tinggi pada  saat  diperdagangkan  dalam kondisi   hidup   dan   segar   (dan   berkualitas   baik).   Untuk   itu diperlukan  cara  pengemasan  ikan  sidat  ukuran  konsumsi  akan menjamin kelangsungan hidupnya dari mulai penanganan panen di tambak sampai ke lokasi pasar. 
sistim  tertutup.  
Tahap  pengemasan  yaitu  ikan sidat  yang  telah  dipuasakan  diambil  untuk  ditimbang sebanyak  100 kg, kemudian  dipingsankan  di  wadah  yang  telah  diberi  es  batu sampai suhu mecapai 7 - 10 c 0, 
Setelah ikan sidat pingsan, dikemas dengan  plastik  yg  sudah  diisi  air  sebanyak  2/3  dari  volume. 
Tahap selanjutnya kantong tersebut diberi oksigen murni dan kantong diikat dengan menggunakan karet. Selanjutnya ikan sidat dikemas kantong plastik kemudian dimasukan ke dalam styrofoam, dan di sela-selanya diberi diberi batu es yang sudah dibungkus dalam plastik. 

Penanganan Sidat

Penanganan (handling) adalah penanganan ikan segar setelah ditangkap atau dipanen. Penanganan ikan segar hasil perikanan tangkap maupun budidaya pada prinsipnya hampir sama, yaitu menekankan pada kebersihan dan kualitas ikan agar diperoleh ikan segar dengan kondisi yang tetap prima.

Pada    pemeliharaan    sidat   secara   komersial   dan    dalam    jumlah    yang    besar, penanganan  pasca panen  perlu  mendapat  perhatian  yang  serius.  Hal  ini  agar  sidat  dapat diterima oleh konsumen dalam kualitas yang baik, sehingga mempunyai jaringan pemasaran yang luas. 

Sebelum  diolah  dan  diawetkan  daging  sidat  perlu  dibersihkan  dulu  dari  lendirnya. 
Lendir di kulit ikan mengandung banyak senyawa nitrogen dan merupakan sumber hara bagi mikro-organisme. Lendir juga mudah rusak dan menimbulkan aroma menyimpang pada ikan, dan    membuka   jalan    bagi    penetrasi    bakteri    lebih    jauh    lagi.    Untuk    memudahkan menghilangkan  lendir  bisa dengan  cara  memberi  abu  atau  menetesinya  dengan  air  jeruk nipis.  Selanjutnya  sidat  dicuci  bersih setelah  dikerok  badannya  dengan  pisau  tumpul.  Bagi yang ahli, belut bisa dikuliti. Konon kulit belut bisa diawetkan dan bisa dibuat sepatu. 

Setelah  lendir  bersih  kemudian  perut  dibelah  memanjang  dan  seluruh  isi  dalamnya dibuang agar dagingnya tidak pahit. Perut dibersihkan sampai tulang punggung, lalu insang dibuang   dan   ekornya   dipotong.   Kalau   mau   dibuat   dendeng,   kepala   dan   ekor   harus dihilangkan. Setelah itu dicuci bersih. 

Rabu, 23 Oktober 2013

Pakan, pupuk, dan obat

Pakan Tambahan 

Pakan tambahan adalah pakan yang berasal dari luar media pemeliharaan yang bisa diberikan dan dimanfaatkan sebagai makanan ikan. Beberapa jenis misalnya cacing sutra,  ikan  rucah,  cacing  tanah, daging  keong  ,  bekicot,    dll. 
]enis  makanan  yang  tersedia  juga  mempengaruhi  komposisi  kimia  ikan,  sebagai contoh  hasil  penelitian yang  memberikan  perlakuan  pakan  tambahan  dengan  karbohidrat pada  ikan  Anguilla  anguilla memperoleh  komposisi  sebagai  berikut:  air  57,21%,  protein 15,89%,  lemak  25,61%,  dan  abu 2,12%.  Sebaliknya  hasil  penelitian  terhadap  ikan  sidat (Anguilla  bicolor)  yang  diberi  pakan  protein dengan  kadar  bervariasi  yang  berkisar  antara 40,25-55,21  %  menghasilkan  protein  18,04-20,32%; air 67,79-70,73%;  lemak  7,23-8,01  %; abu  2,69-  3,20%  dan  serat  kasar  0,73-0,77%.  Semakin  tinggi kadar  protein  pakan  yang diberikan  semakin  tinggi  pula  kadar  protein  daging  ikan  yang  terukur. 

Pupuk dan Obat-obatan 

Pupuk yang dipergunakan bisa berupa pupuk kandang ataupun pupuk kimia sepertiurea, TSP.  Obat-obatan ada berbagai macam, seperti antibiotik, anti jamur, desinfekan, dll.

Fasilitas penunjang

Fasilitas penunjang meliputi : 
a)  Sumber listrik; 
b)  Peralatan pengudaraan atau aerasi (kincir, blower, dll.); 
c)  Peralatan pengukuran kualitas air; 
d)  Peralatan bantu kerja (ember, gayung, serok, saringan air, dll.); 
e)  Bangunan (mess karyawan, gudang. Laboratorium, pos jaga, dsb.); 
f)   Kendaraan angkutan (mobil, motor); 
g)  Peralatan administrasi (computer, meubelair, lemari, cardek, dll). 

Peralatan pengudaraan (aerasi): 
Kincir   air.   Peralatan   aerasi   tipe   ini   merupakan   satu   tipe   alat   untuk meningkatkan kandungan oksigen terlarut dalam media budidaya, serta untuk menciptakan adanya arus air.  Tingkat difusi oksigen dengan alat ini tergolong tinggi .

  • Blower.  Aerator tipe ini langsung memberikan udara dari lapisan bawah, juga cukup kuat, namun memerlukan jaringan pemipaan dan batu aerasi atau pipa berlubang di dasar kolam. 
  • Aero-O2.  Aerator tipe ini menyemprotkan udara ke dalam air dan mendorong ke  satu  arah  yang  dapat  membuat  air  bersirkulasi. Tipe  ini  juga  mampu memberikan oksigen langsung di lapisan tengah/bawah. 


Beberapa alat ukur kualitas air antara lain adalah : 

   Thermometer untuk mengukur suhu air media budidaya; 
   pH meter untuk mengukur pH air media budidaya; 
   Salinometer untuk mengukuran salinitas air media budidaya; 
   DO Meter untuk mengukura kandungan oksigen air media budidaya; 
   Test kit amonium, nitrat, dan nitrit.
Semakin  intensif  tingkat  teknologi  yang  diaplikasikan  serta  semakin  besar  skala produksinya,   semakin diperlukan   pemantauan/kontrol   kualitas   air,   sehingga peralatan-peralatan seperti tersebut di atas mutlak diperlukan. 
Namun  untuk  teknologi  sederhana tidak harus semua jenis alat tersedia; paling tidak thermometer, pH meter atau kertas lakmus pH tetap diperlukan. 

Fasilitas Utama

Fasilitas utama yaitu jenis fasilitas yang langsung digunakan untuk pemeliharaan sidat. 
a)  Tempat penampungan air (tandon) 
Adalah  fasilitas  penampungan  air  digunakan  untuk  menyediakan  air  selama proses  produksi.  Selain  itu  tempat  ini  juga  berfungsi  mengendapkan  lumpur dan menetralisir zat-zat yang tidak bermanfaat bagi sidat.

b)  Bak pendederan 

Bak pendederan adalah tempat untuk memelihara elver hingga menjadi benih. 
Pendederan  ada  dua  tahap,  yaitu  Pendederan  1  dan  Pendederan  Lanjutan. 
Pendederan  1  adalah  untuk  membuat  elver  mau  makan  dengan  pakan  yang diberikan  (belajar  makan). Tahapan  ini  cukup  kritis,  sehingga  sebaiknya dilaksanakan dalam bak-bak terkontrol atau dalam ruangan (indoor).   Sedang Pendederan   Lanjutan   (Pendederan   2   dan   3)   adalah   membesarkan   elver menjadi  juvenil,  dan  tahapan  ini  baik  dilakukan  di  bak-bak  outdoor.  Ukuran bak Pendederan-1 cukup kecil saja misalnya 1,5 x 3 x 0,6 m, dan ukuran bak Pendederan  2  kurang  lebih  berukuran  50-100  m   dengan  kedalaman  0,8  m.

c)  Kolam pembesaran 
Kolam  pembesaran  adalah  tempat  yang  digunakan  untuk  memelihara  benih hingga   menjadi   sidat   ukuran   konsumsi.   Ukuran   kolam   Pembesaran   bisa bervariasi  dari  300-1.000  m    dengan  kedalaman  1-1,2  m.  Karena  masa pemeliharaan   untuk   mencapai   ukuran   konsumsi   cukup   lama,   diperlukan beberapa  kali  tahapan/pemindahan  ikan  sesuai  ukuran,  maka  ukuran  kolam bisa dibuat bervariasi. 

Air dan tanah

Air merupakan media hidup sidat. Keberhasilan sidat sangat ditentukan oleh keadaan airnya.

a)  Sumber air
Memilih  sumber  air  untuk  budidaya  sidat  tidak  boleh  sembarangan.  Ada  tiga sumber air yang baik untuk kegiatan pembesaran.
1)  Air sumur
2)  Mata air
3)  Air sungai

b)  Kuantitas
Kuantitas disebut juga debit air adalah jumlah air yang tersedia atau mengalir di suatu tempat. Jumlah air yang dibutuhkan dalam budidaya sidat tergantung dari skala produksi dan tahapan kegiatan yang dilakukan.
Untuk  pendederan,  setiap  produksi  1000  ekor/bulan dibutuhkan  air  sekitar  5 liter/detik.  Sementara  untuk  pembesaran,  setiap  skala  produksi  10.000  ekor/bulan dibutuhkan air 5 liter/detik.

c)  Kualitas

Tabel Parameter kualitas air untuk budidaya sidat

Parameter Kisaran atau indikasi 
Suhu

Warna

Kekeruhan

Oksigen

Karbondioksida

pH

Amoniak

Alkalinitas 
27 - 30 derajat Cel. (pendederan), 25 - 30 derajat Cel. (pembesaran)

Hijau kecoklatan

20 - 40 cm oleh plankton

Minimal 4 mg/L

Maksimal 25 mg/L

7 - 7,5

Maksimal 0,1 mg/L

50 -300 mg/L 

Suhu yang sesuai akan menunjang laju pertumbuhan yang tinggi, konversi pakan yang  rendah  dan  merupakan  salah  satu  faktor  yang  berpengaruh  terhadap kondisi  kesehatan  ikan.    Dua  hal  yang  pertama  tersebut  terkait  dengan  laju metabolisme yang tinggi; dan laju pertumbuhan yang tinggi akan memperpendek waktu pemeliharaan. Kondisi kesehatan akan menunjang nafsu makan, dan serta mengurangi    angka    kematian    (mortalitas)    sehingga    menunjang    tingkat sintasan yang tinggi ( atau   Survival   Rate   atau   SR)  (dikatakan karena masih ada faktor-faktor menunjang lain yang perpengaruh). 
Warna air yang hijau kecoklatan adalah terkait dengan berkembangnya plankton (fitoplankton maupun zooplankton). 
Oksigen  merupakan  faktor  pembatas  dalam  sistem  akuatik. 
Kecukupan  oksigen  dalam  air  media  budidaya  akan  mendukung proses   metabolisme   (jumlah   total   perubahan secara kimiawi dalam tubuh organisme  hidup  dan  sel-selnya  yang  merubah  makanan  menjadi  protoplasma, serta  selanjutnya  protoplasma  dipergunakan  dan  diuraikan  menjadi  senyawa- senyawa   yang   lebih   sederhana   serta   kotoran   dengan   pelepasan   energi). 
Kandungan  oksigen  dalam  air  media  budidaya  dipengaruhi  tingkat  fotosintesis tumbuhan  air/fitoplankton,  suhu,  serta  banyak  sedikitnya  bahan  organik,  serta jumlah organisme dan aktivitasnya. 
Karbon dioksida (CO2) berpengaruh terhadap perkembangan fitoplankton (terkait dengan  proses  fotosintesis),  dan  terhadap  pH  air  dalam  air  media  budidaya. 
Kandungan CO2 dalam air tidak boleh terlalu tinggi, karena akan menurunkan pH air  dan  akan  menurunkan oksigen  terlarut  dalam  air media  budidaya. Tingginya konsentrasi     bakteri  dan  bahan-bahan  organik  tersuspensi  akan  meningkatkan kandungan CO2 dan menurunkan kandungan oksigen dalam air media budidaya. 
Tingginya CO2 dapat dicegah dengan aerasi yang cukup, dan pengaturan pH. 
Amoniak  atau  NH 3  merupakan  senyawa  toksik  (racun  terhadap  ikan).  Amoniak atau amonia bebas merupakan salah satu hasil perombakan bahan organik dalam air  media  budidaya,  yang  keseimbangannya  dengan  amonium  (NH 4OH)  yang tidak  toksik,  bergantung  pada  pH  (semakin  tinggi  pH  maka  semakin  tinggi proporsi  amoniak).  Dengan  demikian  maka  pH  dijaga  jangan  melampaui  batas kisaran maksimal. 
Alkalinitas  adalah  jumlah  knsentrasi  basa  dalam  air  (utamanya  bikarbonat  atau HCO   dan karbonat atau CO  2   dinyatakan dalam mg/ltr ekivalen CaCO 3. Air ber- alkalinitas cukup tinggi akan  mempunyai pH yang lebih  stabil, serta mempunyai produktivitas lebih tinggi. 

d)  Kontinuitas 

Kontinuitas adalah keadaan suatu sumber air dalam masa tertentu. Sumber air yang  mampu  menyediakan  air  setiap  saat  atau  tidak  pernah  kering  dikatakan kontinyu. 

Bila kita bisa memilih di antara ke tiga macam sumber air di atas, selain terkait pula dengan kuantitas, kualitas dan kontinuitasnya, maka juga dipertimbangkan biaya awal dan biaya operasionalnya. 

Jenis Tanah 

Jenis tanah untuk budidaya sidat harus memiliki safat-sifat fisik dan kimia yang baik, yaitu  guna  menunjang  fungsi-fungsi:  (1)  terciptanya  lingkungan  bagi  hidup  dan berkembangnya  ikan  yang  dibudidayakan  dengan  baik,  (2)  berkembangnya  pakan alami,  dan  (3)  kuat  kenampung  air  di  dalamnya  serta  beban  peralatan  di  atasnya. 
Fungsi  pertama  dan  ke  dua  menyangkut  kesuburan.  Kesuburan  dimaksud  adalah bahwa  tanah  mendukung  terciptanya  air  media  budidaya  yang  subur,  atau  tidak menyebabkan  air  kolam  berubah  menjadi  miskin  hara  ataupun  perubahan  secara fisika dan kimia lainnya karena pengaruh tanah kolam tersebut. Fungsi ke tiga adalah bahwa kolam tidak bocor/rembes, dan kuat menahan beban.   Ada dua macam jenis tanah yang sesuai untuk maksud tersebut: 

-tanah  terapan  (clay  loam)  yaitu  tanah  dengan  kandungan  liat,  pasir  dan debu kurang lebih berimbang; dan 
-tanah liat berpasir atau lempung berpasir.

Lokasi / lahan

Syarat:
a)  Dekat dengan sumber air;
b)  Kualitas airnya baik dan tidak tercemar oleh limbah industri dan logam berat;
c)  Air mengalir secara kontinu sepanjang tahun;
d)  Jenis tanahnya baik dan tidak porous;
e)  Lahan sesuai dengan skala usaha.
Luas lahan harus disediakan tergantung dari tahapan/segmen kegiatan usaha yang dipilih dan skala produksinya.

Kebutuhan lahan produktif untuk kegiatan pendederan berdasarkan skala produksi benih yang dihasilkan setiap bulan. 

Skala usaha
(ekor) 
Luas
(m2 ) 
10.000
20.000
50.000
100.000
1.000.000
2.000.000 
200
400
1.000
2.000
20.000
40.000

Kebutuhan lahan produktif untuk kegiatan pembesaran berdasarkan 
skala produksi konsumsi yang dihasilkan setiap bulan.

Skala usaha
(kg) 
Luas
(m2 ) 
200
500
1.000
2.000
5.000
10.000 
20
50
100
200
500
1.000

Perlu diingat bahwa bila air yang tersedia tidak mencukupi untuk pengairan kolam 
sistim flowthrough maka padat tebar atau targe harus disesuaikan. 

Selasa, 22 Oktober 2013

Harga Sidat

Permintaan ikan sidat (terutama yang sudah difillet) datang dari restoran-restoran Jepang dan Korea yang menyajikan menu berbahan baku sidat.
Sebagai gambaran, harga ikan sidat berbentuk fillet dibanderol Rp 300.000 per kilogram (kg) untuk pasar lokal. Untuk pasar ekspor harganya bisa lebih tinggi, mencapai Rp 500.000 per kg atau naik 66,6%.
Jika ikat sidat utuh, harga per kilogram hanya Rp 120.000 per kg, sedangkan untuk ikan sidat yang berukuran lebih dari 1 kg, maka harganya mencapai Rp 170.000 per ekor.

Jenis Bicolor.
Glass Ell = Rp.550.000 perkilo isi 6.000-8.000 ekor
250 gram up = Rp.70.000 perkilo

Jenis Marmorata.
Glass Ell = Rp.800.000 perkilo isi 6.000-8.000 ekor
250 gram up = Rp.90.000 perkilo

BIBIT SIDAT (Marmorata)
(1) Ukuran Glass Eel (5 Cm) : Rp 400rb/kg.
(2) Ukuran Elver (12 cm): Rp 195rb/kg.
(3) Ukuran Fingerling ( 40 Cm): Rp 115rb/kg.

SIDAT KONSUMSI (Marmorata)
(1) Ukuran 250-500 gr: Rp 90rb/kg.
(2) Ukuran 500 gr-1 kg: Rp 100rb/kg.
(2) Ukuran 1 kg up: Rp 130rb/kg.

Rabu, 16 Oktober 2013

Pengairan tertutup

Sprinkler, menggunakan pompa yang mengalirkan air bertekanan ke sprinkler yang terpasang di setiap bagian wilayah penanaman. Umum digunakan di lapangan golf dan wilayah yangmemiliki cadangan air sedikit namun angin tidak terlalu sering bertiup kencang, karena angin dapat menguapkan banyak air yang disemprotkan sprinkler. Efisiensinya dalam penggunaan air jauh lebih tinggi dibandingkan irigasi permukaan. Sprinkler bisa juga diaplikasikan secara dinamis, yaitu dengan menggunakan sistem roda yang bergerak sepanjang wilayah penanaman. Sistem roda yang sangat panjang terhubung dengan pipa yang elastis sehingga pergerakan roda dapat menjangkau seluruh bagian penanaman. Dengan sistem ini, sprinkler yang digunakan lebih sedikit dibandingkan sprinkler statis. Center pivot irrigation juga menggunakan sprinkler yang bergerak, namun pipanya rigid. Center pivot bergerak secara melingkar mengelilingi sumber air yang dipompakan, sehingga bentuk wilayah penanamannya juga harus melingkar mengelilingi sumber air yang dipompakan tersebut.

Irigasi bawah tanah, yaitu air dialirkan ke parit-parit yang berada di sekitar tanaman. Berbeda dengan irigasi beralur, air mengalir secara vertikal dari bawah ke atas memanfaatkan kapilaritas tanah. Parit yang dibuat cukup dalam, dan tanahnya harus bersifat liat untuk memudahkan penyerapan air ke tanah. Efisiensinya lebih tinggi dari irigasi permukaan. Selain dengan parit, irigasi bawah permukaan bisa juga menggunakan pipa-pipa yang tertanam di dalam tanah. Pipanya berpori, sehingga air yang mengalir bisa diserap oleh tanah.

Irigasi tetes, merupakan irigasi bertekanan yang cukup populer saat ini karena merupakan yang paling efisien dalam penggunaan air. Irigasi tetes hanya memberikan air di daerah perakaran saja, sehingga bagian daun dan batang tidak terkena air, dan wilayah di luar perakaran tidak menerima air. Jumlah air yang diberikan disesuaikan dengan evapotranspirasi harian tanaman, yang diukur dengan menggunakan berbagai alat klimatologi sederhana. Jumlah air bisa diatur pemberiannya, dan bisa diaplikasikan bersamaan dengn pupuk cair.

Pengairan terbuka

Sistem pengairan terbuka, terdiri dari dua:

Satu, sistem pengairan permukaan, yaitu tanaman ditanam di daerah beralur maupun tidak beralur, dan permukaan tanah di sekitar tanaman digenangi hingga setinggi beberapa cm saja. Hanya baik untuk beberapa jenis tanaman saja, dan sebaiknya dilakukan tidak secara terus menerus (kecuali padi), karena dapat menghalangi akar untuk bernafas dan bisa menyebabkan busuk akar. Beberapa komoditas pertanian seperti sawit dan kelapa, tidak boleh digenangi, karena akarnya akan cepat membusuk.

Dua, sistem pengairan beralur, yaitu air dipompakan ke alur-alur atau parit di sekitar daerah perakaran, sehingga tidak semua wilayah penanaman digenangi. Lebih efisien dibandingkan pengairan permukaan, namun tanaman yang digenangi juga tidak semua tanaman pertanian.